Sebuah kasus penipuan arisan online yang melibatkan seorang selebgram perempuan berinisial RAW alias AL kini menjadi sorotan publik. Kasus ini menimpa ratusan korban, dengan total kerugian diperkirakan mencapai hampir Rp 30 miliar. Bandar arisan tersebut diduga kabur ke Bali setelah menghilangkan jejak dan tidak memberikan hasil arisan kepada para peserta.
Kasus ini bermula saat Lisa Amelia (24), salah satu korban, bergabung dalam arisan yang dijalankan oleh RAW. Dalam arisan tersebut, peserta diwajibkan melakukan setoran awal dengan nominal bervariasi. Awalnya, Lisa merasa percaya karena RAW memiliki latar belakang yang dianggap meyakinkan, seperti memiliki toko berlian dan sering tampil mewah di media sosial.
Namun, pada Oktober 2024, situasi mulai memburuk. Lisa dan korban lainnya tidak lagi menerima keuntungan dari arisan yang dijanjikan. Pada Februari 2025, media sosial ramai dibicarakan tentang RAW yang diduga melarikan diri. Instagram RAW hilang, dan banyak korban membagikan pengalaman mereka di platform tersebut.
Menurut laporan polisi, korban melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya dengan nomor LP/B/2085/III/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 1,8 miliar dari tujuh korban yang terdaftar. Namun, jumlah korban diperkirakan masih bertambah karena ada yang belum melapor.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi memperingatkan masyarakat untuk waspada terhadap modus penipuan arisan online. Ia menyarankan masyarakat untuk memastikan penyelenggara arisan memiliki izin dari OJK. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mengenali ciri-ciri arisan online bodong, seperti imbal hasil tinggi dalam waktu singkat atau metode pembayaran yang tidak aman.

Polisi tengah menyelidiki kasus ini. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi, laporan tersebut telah ditindaklanjuti dengan membuat laporan polisi, tanda bukti laporan, dan rekomendasi ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Saat ini, penyidik sedang memeriksa bukti-bukti seperti print out percakapan WhatsApp dan bukti transfer.

Para korban hanya bisa berharap agar pihak berwajib segera mengungkap kasus ini dan memberikan keadilan. Beberapa korban mengungkapkan bahwa mereka tidak menyangka akan tertipu oleh seseorang yang mereka anggap sebagai teman. Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap skema arisan online yang menawarkan imbal hasil tinggi tanpa dasar yang jelas.
Dampak dari kasus ini sangat besar, baik secara ekonomi maupun psikologis. Banyak korban mengalami kerugian finansial yang signifikan, serta kepercayaan terhadap orang lain berkurang. Kasus ini juga mengundang perhatian lembaga pengawas seperti OJK, yang meminta masyarakat untuk tetap waspada dan menghindari modus penipuan yang semakin canggih.
Pihak berwajib masih menunggu hasil penyelidikan untuk menentukan status hukum dari pelaku. Hingga saat ini, RAW belum memberikan tanggapan atas laporan yang diterima. Para korban berharap kasus ini dapat segera diselesaikan dan keadilan diberikan kepada mereka.













Leave a Reply