Keuangan.newsz.id

Portal Pengawasan Keuangan Negara

The Fed Raises Interest Rates Again: Could the Rupiah Face ‘Catastrophe’ Next Week?

Bank Indonesia (BI) telah memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada 2026 sekitar Rp16.430 per dolar. Angka ini sedikit lebih rendah dari asumsi makroekonomi dalam APBN 2026 yang menetapkan kurs sebesar Rp16.500 per dolar. Proyeksi ini diungkapkan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo saat menggelar rapat kerja dengan Komisi XI DPR pada Rabu, 12 November 2025. Kurs rupiah yang stabil menjadi fokus utama BI mengingat ketidakpastian global yang masih tinggi, khususnya terkait potensi aliran modal asing keluar.

Kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) di AS menciptakan tekanan tambahan bagi rupiah. Pada 26 Juli 2023, The Fed menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 22 tahun, yaitu 5,25% hingga 5,5%. Keputusan ini dilakukan untuk menstabilkan harga di ekonomi terbesar dunia. Namun, dampaknya terasa luas, termasuk pada pasar keuangan global, termasuk Indonesia. Kenaikan suku bunga The Fed meningkatkan biaya pinjaman dan berpotensi mengurangi permintaan kredit, yang dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Pada November 2025, nilai tukar USD/IDR menghadapi tekanan signifikan. Dolar AS mengalami penurunan karena data tenaga kerja yang tidak konsisten, meskipun jumlah pekerjaan baru mencapai puncak lima bulan. Sementara itu, rupiah menunjukkan sedikit ketahanan akibat intervensi BI melalui pasar domestik dan luar negeri, serta pemangkasan suku bunga acuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, volatilitas juga dipengaruhi oleh perubahan politik, seperti penghapusan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang menyebabkan kekhawatiran tentang kebijakan fiskal dan kepercayaan investor.

Kronologi kejadian menunjukkan bahwa rupiah mengalami fluktuasi cukup besar sepanjang 2025. BI mencatat rata-rata kurs sebesar Rp16.347 pada kuartal pertama, naik ke Rp16.496 di kuartal kedua, dan kemudian pulih ke Rp16.365 di kuartal ketiga. Hingga akhir Oktober 2025, rata-rata kurs di kuartal keempat tercatat sebesar Rp16.630 per dolar. Penurunan cadangan devisa nasional, yang turun dari US$155,7 miliar pada akhir 2024 menjadi US$148,7 miliar pada Oktober 2025, disebabkan oleh intervensi BI dalam pasar spot. Meski begitu, BI tetap berupaya menjaga kurs rupiah sekitar Rp16.000 per dolar.

Indonesian Rupiah Exchange Rate Against US Dollar in 2025

Unsur KKN yang dipermasalahkan dalam konteks ini adalah kebijakan moneter yang tidak jelas dan kurang transparan. BI melakukan intervensi pasar, namun tidak selalu memberikan informasi lengkap mengenai dampaknya terhadap cadangan devisa. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang kebijakan yang diambil dan bagaimana BI menyeimbangkan stabilitas kurs dengan kebutuhan ekonomi nasional. Selain itu, perubahan kepemimpinan di lembaga keuangan negara seperti Menteri Keuangan juga menciptakan ketidakpastian.

Bank Indonesia Governor Perry Warjiyo during a meeting with DPR Commission XI

Reaksi publik dan media sosial terhadap situasi ini sangat beragam. Banyak netizen mengkritik BI karena dianggap tidak transparan dalam mengelola kurs rupiah. Beberapa mengkhawatirkan bahwa kenaikan suku bunga The Fed akan memperburuk kondisi rupiah, sementara lainnya mempertanyakan efektivitas kebijakan BI. Tagar seperti #RupiahMakinLemah dan #BIHarusJujur sering muncul di media sosial, menunjukkan ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan moneter yang diambil.

Pernyataan resmi dari BI menegaskan bahwa intervensi pasar dilakukan untuk menjaga stabilitas kurs, meskipun tidak semua bentuk intervensi langsung mengurangi cadangan devisa. BI juga menekankan bahwa strategi ini bertujuan untuk menjaga kepercayaan pasar dan memperkuat fondasi ekonomi nasional. Namun, para ahli ekonomi dan analis menilai bahwa kebijakan BI perlu lebih jelas dan terbuka agar masyarakat dapat memahami risiko dan manfaatnya.

Dampak dari situasi ini sangat signifikan. Kepercayaan publik terhadap BI dan kebijakan moneter nasional bisa terganggu jika kebijakan tidak dijelaskan secara transparan. Selain itu, stabilitas ekonomi nasional juga bisa terpengaruh jika rupiah terus melemah akibat tekanan dari luar. Proses hukum dan investigasi terhadap kebijakan moneter yang diambil oleh BI juga bisa menjadi isu penting, terutama jika ada dugaan pelanggaran atau ketidaktransparanan.

Penutup

Saat ini, rupiah berada di tengah tekanan yang signifikan, baik dari kenaikan suku bunga The Fed maupun dari kebijakan moneter BI. Kurs USD/IDR saat ini berada di sekitar 16.671, mendekati level terendah 14 hari dan hanya 0,6% di atas rata-rata tiga bulan. Pasar dan analis akan terus memantau indikator ekonomi AS serta kebijakan moneter BI dalam beberapa minggu ke depan. Publik menantikan penjelasan lebih lanjut dari BI mengenai strategi mereka dalam menjaga stabilitas rupiah dan menghadapi tekanan global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *