Baru-baru ini, isu mengenai Surat Utang Negara (SUN) yang tidak laku terjual menarik perhatian publik. Hal ini memicu spekulasi bahwa pemerintah memaksa bank lokal untuk membeli SUN. Namun, pemerintah melalui Kementerian Keuangan memberikan penjelasan resmi mengenai hal ini.
Pada lelang SUN beberapa waktu lalu, jumlah penawaran yang masuk jauh di bawah target yang ditetapkan. Direktur Strategis dan Portofolio Utang Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Scenaider Siahaan, menjelaskan bahwa meskipun jumlah penawaran telah memenuhi target, hanya sekitar Rp 6 triliun yang diambil karena harga wajar yang ditawarkan. Ia juga menyatakan bahwa situasi ekonomi global yang tidak pasti memengaruhi keputusan pelaku pasar untuk menunggu dan melihat.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap spekulasi yang muncul. Menurutnya, kebutuhan pembiayaan pemerintah akan tetap terjaga, sehingga tidak menimbulkan ketidakstabilan. Ia optimistis bahwa strategi pembiayaan tahun ini tidak akan terganggu.
Selain itu, Bank Indonesia (BI) juga tercatat telah membeli SBN sebesar Rp 70,74 triliun sejak awal tahun hingga 18 Maret 2025. Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa pembelian tersebut dilakukan melalui pasar sekunder dan primer. BI berkomitmen untuk terus mengoptimalkan kebijakan guna menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
![]()













Leave a Reply