Keuangan.newsz.id

Portal Pengawasan Keuangan Negara

Mau Kaya di 2026? 5 Saham Undervalue Ini Wajib Masuk Watchlist!

Di tengah optimisme pasar saham Indonesia menjelang akhir tahun 2025, banyak investor mulai mempersiapkan strategi investasi untuk menghadapi tahun 2026. Dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan kebijakan pemerintah yang semakin mendukung sektor-sektor utama, beberapa saham unggulan menunjukkan potensi besar untuk memberikan keuntungan signifikan.

Berdasarkan riset dari berbagai lembaga analisis, beberapa saham yang tergolong undervalue (dihargai rendah dibandingkan nilai fundamentalnya) memiliki prospek cerah. Berikut adalah lima saham yang layak menjadi perhatian investor:

1. CUAN – Bintang Baru Pasar Saham

Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menjadi sorotan utama dengan lonjakan harga mencapai 24,72% dalam satu hari perdagangan. Kinerja keuangan yang stabil di sektor pertambangan dan ekspansi bisnis batu bara ramah lingkungan menjadi katalis positif. Meskipun laba bersih turun drastis pada kuartal I 2025, pendapatan perusahaan naik sebesar 49,2% YoY, mencapai US$ 462,11 juta. Outlook 2026 menunjukkan potensi pertumbuhan tinggi seiring meningkatnya permintaan energi dan bahan baku tambang.

2. BRPT – Optimisme Sektor Energi dan Petrokimia

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 3,50% dan menjadi saham sektor energi yang paling diminati. Pemulihan harga energi global serta diversifikasi bisnis ke sektor energi terbarukan menjadi katalis positif. Rekomendasi buy di kisaran 1000–1020 dengan target jangka menengah 1150 diberikan oleh para analis. Saat ini, BRPT menjadi salah satu saham yang paling diminati investor karena prospek sektor energi yang terus berkembang.

3. BBRI – Bank dengan Fundamental Terkuat

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terus menunjukkan pertumbuhan yang stabil dengan kenaikan 1,37%. Peningkatan kredit UMKM dan digitalisasi layanan menjadi katalis positif. Investor asing terus mencatat pembelian bersih (net buy) pada saham BBRI. Dengan posisi sebagai bank BUMN dan dukungan likuiditas pemerintah, BBRI tetap menjadi favorit investor institusional. Outlook 2026 menunjukkan potensi dividen stabil dan prospek kuat dalam sektor keuangan nasional.

4. MDKA – Emiten Tambang yang Masih Bersinar

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mendapat rekomendasi beli dari analis dengan harga 2.200–2.240 dan target 2.350. Kinerja ekspor emas dan tembaga yang solid, serta proyek hilirisasi logam di Jawa Timur menjadi katalis positif. Pada kuartal I 2025, MDKA mencatat EBITDA USD 89 juta, meningkat ±57% YoY, didorong terutama oleh bisnis emas. Saham MDKA juga terpantau sebagai salah satu saham yang paling banyak dibeli oleh investor asing.

5. MSIN – Katalis dari Ekspansi Digital

PT MNC Studios International Tbk (MSIN) menjadi sorotan berkat strategi agresif di sektor hiburan digital. Kolaborasi konten streaming dan penguatan ekosistem digital MNC Group menjadi katalis positif. Rekomendasi buy di kisaran 550–560 dengan target 585 diberikan oleh para analis. Potensi pertumbuhan tinggi seiring transformasi digital di sektor media membuat MSIN menjadi salah satu saham yang layak dipertimbangkan.

Pergerakan Harga Saham Cuancu dan BRPT

Analisis Saham BBRI dan MDKA

Dalam menghadapi tahun 2026, investor disarankan untuk melakukan diversifikasi portofolio dan fokus pada saham-saham berfundamental kuat. Selain itu, pantau sektor energi, perbankan, dan pertambangan yang masih memiliki prospek cerah. Dengan stabilitas makroekonomi dan kebijakan pemerintah yang mendukung, pasar saham Indonesia tetap menarik bagi investor yang mencari kombinasi pertumbuhan dan stabilitas.

Investor juga diminta untuk tetap waspada terhadap risiko seperti utang dan profitabilitas perusahaan. Namun, dengan proyeksi pertumbuhan EPS sekitar 10 persen pada tahun 2026, kondisi fundamental pasar modal Indonesia dinilai cukup kuat untuk menjadi momentum investasi jangka pendek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *